Alkisah di sebuah desa ada seorang tukang roti dan seorang petani. Suatu hari tukang roti membeli satu kilogram mentega dari petani itu. Setelah mentega ada di tangannya, ia merasa bahwa mentega yang dibelinya kurang dari satu kilogram beratnya. Maka ia pun pulang dan menimbang mentega itu. Ternyata benar, berat mentega itu memang tidak satu kilogram pas. Maka ia melaporkan kecurangan itu kepada hakim desa, dan hakim tersebut akhirnya memanggil petani tersebut. dan sidang pun dimulai.
Dalam sidang tersebut, terjadilah percakapan berikut:
"Pak tani, apakah kau memiliki timbangan di rumah mu?" tanya hakim itu
"Saya tidak punya timbangan, tuan hakim." jawab petani.
"Kalau kau tidak punya timbangan, bagaimana kau menimbang mentega hasil jualan mu itu?" tanya hakim selanjutnya.
"Ah, itu mudah sekali caranya tuan. Saya hanya menggunakan roti seberat satu kilogram yang saya beli dari tukang roti itu sebagai penyeimbang mentega yang saya jual." jawab petani dengan polos.
Dari kisah di atas, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa ternyata banyak sekali kesalahan dari orang lain yang ternyata berasal dari kita sendiri, yang tidak kita sadari. Dari kisah ini pula, kita bisa belajar, bahwa menjadi manusia, sudah seharusnya kita jujur dalam setiap tindakan kita, karena percaya atau tidak, setiap tindakan kita pada akhirnya juga akan berbalik pada kita.
Kamis, 16 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar